Kisah Sukses Pembangunan Taiwan

Posted: 05/03/2011 in ekonomi Pembangunan

Taiwan adalah salah satu negara di Asia Timur yang mengalami keberhasilan ekonomi pada dasawarsa terakhir ini. Taiwan yang mempunyai luas 14.000 mil persegi, yang terletak di lepas pantai daratan Cina, memiliki jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa pada tahun 2010. Pertumbuhan pembangunan negara Taiwan mengalami peningkatan pertahunnya berdasarkan data yang ada pertumbuhan rata-rata negara Taiwan dari tahun 1960 sampai tahun 2000 rata-rata sebesar 7%. Mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam jangka waktu yang lama itu belum pernah terjadi dalam sejarah. Taiwan juga merupakan negara yang berpendapatan tinggi. Negara Taiwan juga telah mencapai tingkat pendidikan dasar dan menengah (wajib belajar 9 tahun), dan juga populasi yang sehat dengan tingkat harapan hidup hingga 75 tahun dengan tingkat kematian bayi yang hanya sebesar 5 dari 1000 kelahiran, kemiskinan absolut telah dihilangkan, dan tingkat pengangguran sangat rendah. Taiwan  juga telah berubah dari negara yang berkembang menjadi negara maju, dengan tingkat korupsi yang rendah dan transparansi pemerintah yang lebih terbuka. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan negara taiwan, diantaranya : penekanan pada pendidikan, pembangunan infrastrukur, reformasi agraria dini dan menyeluruh, tingkat tabungan dan investasi yang sangat tinggi, penyebaran ide-ide komersial, kebijakan industri yang efektif dari pemerintah, insetif pasar, dan faktor-faktor yang lain.

Penekanan pada pendidikan

sejalan deangan budaya sejarah Cina yang mendewakan pendidikan, wajib belajar sembilan tahun di berlakukan Taiwan sejak tahun 1950. Tingkat partisipasi belajar anak di Taiwan untuk perempuan tergolong tinggi, yaitu 90 % hal inimerupakan salah satu faktor kesuksesan pembangunan Taiwan. Tingkat partisipasi belajar untuk laki-laki mencapai hingga 96%. Faktor yang meningkatkan kualitas pelajar di Taiwan salah satunya yaitu pelajar bersekolah selama 7 jam perhari, atau 5 setengah hari perminggu. Dengan gaji guru yang relatif tinggi meningkatkan semangat para guru untuk mengajar. Penekanan pembelajaran lebih besar di berikan pada pendidikan umum dari pada keahlian yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu, namun hubungan yang erat antara pendidikan dengan bisnis juga di tekankan. Peran pemerintah dalam penekanan dalam pendidikan terdapat juga pada keringanan pajak yang di berikan pada perusahaan jika perusahaan tersebut menyumbang tenaga dan pelaratan ke sekolah. Tingkat partisipasi sekolah benar-benar terjadi dan bukan hanya di atas kertas hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang terus melanjutkan sekolah setelah masa wajib belajar tuntas. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang partisipasi belajarnya mencapai 17,3%  pada tahun 2009 tingkat pendidikan di Indonesia lebih rendah dari pada tingkat pendidikan di Taiwan.

Pembangun infrastuktur besar-besaran

Pembangunan infrastruktur di pandang banyak kalangan sebagai faktor yang krusial dalam kebehasilan pembangunan jalan besar, misalnya, di padang srebagai pencerminan ”kutub pertumbuhan” yang dapat di pakai oleh industri dan sektor perdagangan untuk konsolidasi. Sejak zaman kolonial jepang (1905-1945), Taiwan mewarisi sistem infrastruktur yang jauh lebih unggul dari pada sebagian besar negara miskin. Orang-orang jepang membangun jalan-jalan, pelabuhan, dan rel kereta untuk memperlancar akusisi mereka sendiri atas padi dan produk-produk pertanian lainnya dari pulau itu. Namun, infrastuktur yang sama menjadi kendaraan pertumbuhan industri nasional pada tahun 1950-an. Sumber daya awal ini ditopang oleh program besar-besaran pemerintah sendiri pada tahun 1950-an dan 1960-an. Angkatan bersenjata Taiwan terlalu besar untuk pulau itu, yang merupakan warisan pemerintah Cina daratan Kuomintang atau Nasionalis Cina sebelum tahun 1949. Ribuan prajurit berpartisipasi dalam program sukarela untuk pensiun dari dinas militer aktif untuk membangun infrastruktur, yang mencangkup proyek jalan besar timur-barat yang menantang secara teknis, sebuah program yang diakui di Taiwan sebagai faktor utama atas kesuksesan pembangunannya. Dalam tahun-tahun terkhir , penekanannya bergeser pada telekomunikasi dan infrastruktur berteknologi tinggi lainnya.

Reformasi agraria dini dan menyeluruh

Pemerintah Taiwan menetapkan reformasi agraria pada tahun 1950 yang bertujuan untuk membagikan tanah kepada para petani. Hal tersebut merupakan factor utama dalam pertumuhan produktifitas pertanian yang sangat cepat.

Tingkat tabungan dan investasi yang sangat tinggi

Pembentukan modal sangat penting dalam pembangunan yang sukses, Negara maju mempunyai tingkat modal perkapita yang jauh lebih tenggi dari pada Negara-negara yang berkembang. Tingkat tabungan Taiwan tercatat berada di antara yang tertinggi mencapai hingga 30%-40% pada tahun 1960-an budaya menabung di Taiwan sudah dikenalkan kepada masyarakat sejak dini biasanya dikenalkan oleh orang tua mereka masing-masing. Pemerintah juga mendukung masyarakat untuk menabung hal ini terlihat pada kebijakan pemerintah yang memberikan tingkat bunga yang tinggi dan membebaskan pajak tabungan bagi para penabung.

Penyebaran ide-ide komersial

Tingkat tabungan yang tinggi saja tidak akan menciptakan keajaiban pembangunan tanpa ide-ide produktif dari para wirausahawan tentang bagaimana dana itu digunakan. Kesuksesan Taiwan dalam menyerap ide-ide komersial dari Jepang dan Amerika sebagian besar karena ketekunan ribuan perusahaan kecilnya. Namun pemerintah juga berperan melalui lembaga seperti China External Trade Development Council (CETDC) yang berperan mencari ide tentang bagaimana perusahaan Taiwan dapat meningkatkan teknologi dan beradaptasi memasuki pasar industri.

Kebijakan industri yang efektif dari pemerintah

Robet Wad menunjukan bahwa Taiwan banyak menganut kebijakan industri dari pemerintah dan telah menampilkan bukti yang bahwa kesuksesan Taiwan karena kebijakan industri. System kebijakan industry yang aktif untuk memberi lisensi ekspor, mengontrol investasi asing langsung didalam sektor prioritas dan keringanan kredit untuk industri-industri utama. Perekonomian Taiwan sama sekali bukan pasar bebas tetapi ada penjelasan lain atas kesuksesan Taiwan selain intervensi pemerintah yang aktif. Khususnya, kebijakan umum seperti dukungan pada pendidikan dasar dan dorongan untuk menabung tidak boleh dikesampingkan sebagai factor yang lebih penting dalam kesuksesan Taiwan.

Insentif pasar

Insentif untuk menciptakan kekayaan bukan hanya mencari bagian dari kekayaan yang ada telah ditetapkan hak milik yang pasti dan tidak dilemahkan oleh kebijakan lain. Fakta bahwa republic cina mengatur pemerintah pusat dan provinsi membuka banyak peluang terjadinya inefisiensi.

Indikator-indikator kesuksesan Taiwan adalah:Memiliki pangsa pasar yang luas dalam pemasaran teknologinya . Kemampuan menjalankan manajemen yang baik yang didukung oleh pemerintah Taiwan. Memiliki lembaga riset pengembangan teknologi. Kesadaran industrialis untuk mengembangkan pendidikan yang mendukung Kemampuan untuk mengembangkan industri ke produk yang lain (TV, ponsel dll)

Faktor-faktor yang lain

Faktor-faktor yang lain ini juga merupakan fiktur yang spesial yang tidak dapat dengan mudah dilakukan oleh Negara lain melalui suatu kebijakan. Bantuan Amerika ke Mesir jauh lebih besar dan digunakan untuk tujuan investasi besar-besaran tetapi dengan hasil yang kurang menggembirakan dibandingkan Taiwan pada waktu perang Vietman pada tahun 1960-an, hal ini membuat penduduk Taiwan berusaha keras untuk meningkatkan taraf hidupnya. Fakta bahwa Taiwan mendapat manfaat dari pertumbuhan yang diawali oleh akspor pada awal tahun 1960-an, yaitu periode ketika pertumbuhan dunia tidak merata dan pasar Amerika masih terbuka lebar, merupakan keuntungan yang nyata. Disisilain, Negara seperti Thailand tumbuh dengan sukses akibat ekspor manufaktur pada tahun 1980-an.

Kesimpulan

kombinasi berbagai faktor menopang kesuksesan Taiwan. Diantaranya adalah penekanan pada pendidikan, penyerapan ide-ide produktif dari luar negri, pembangunan infra struktur besar-besaran, reformasi agrarian menyeluruh, tingkat investasi dan tabungan yang sangat tinggi, kebijakan industry yang sangat efektif, dan insentif pasar yang digunakan untuk menciptakan kekayaan dan bukan mencari bagian kekayaan dapat diimplementasikan dengan hak milik yang pasti dan tidak dilemahkan oleh kebijakan lain.

Taiwan dapat dengan sukses melewati krisis asia timur tahun 1997-1998 menjadi bukti kuat atas pembangunan dan ketahanan perekonomiannya. Taiwan menggambarkan dengan baik gabungan berbagai faktor dibalik cepatnya pertumbuhan ekonomi dan social yang sering disebut sebagai keajaiban pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s