Kendala Vertikal & Kendala Horizontal

Posted: 04/09/2011 in Ekonomi Mikro

Perusahaan yang telah berada pada tahapan dimana telah keluar dari masa-masa krisis di awal pertumbahannya dan telah memasuki tahap untuk menuju puncaknya harus berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah yang berkaitan dengan proses pertumbuhannya, dalam hal ini adalah bagaimana perusahana itu mengambil alternatif strategi pertumbuhan yang tersedia baik dalam praktek maupun dalam literatur yang ada. banyak alternatif stratregi dalam di ambil oleh sebuah perusahaan, dinataranya adalah Integrasi yang aman dalam alternatif strategi ini di bagi atas dua tipe yaitu strategi dimana perusahaan menguasai perusahaan yang memproduksi input produknya hingga perusahaan yang menguasai distribusinya yang mana ini dikenal dengan straregi integrasi vertikal, sebagai contohnya, apa yang dilakukan oleh Indofood yang memiliki perusuhaan yang menguasai bahan produk utamanya yaitu tepung yang mana perusahaan tersebut adalah Bogasari, sehingga hal ini membuat dominasi Indofood di persaingan menjadi semakin kuat karena supply bahan bagi yang selalu tersedia dengan tentunya harga yang sangat murah, kemudian tipe kedua adalah ketika perusahaan melakukan penguasaan atau kerja sama pada perusahaan yang berada pada satu jenis industri yang sama yang mana strategi ini dikenal sebagai strategi integrasi horizontal, sebagai contohnya adalah seperti apa yang dilakukan oleh Esia dan Flexi dimana mereka bekerja sama dalam meningkatkan kinerja pelayanan mereka pada konsumen yang, dimana seperti yang diketahui bahwa kedua perusaahn ini bergerak dalam bidang yang sama serta kepimilikan yang berneda antar keduanya. Kedua alternatif itu dapat dilakukan

dengan berbagai cara, muali dari akuisisi, merger hingga hanya joint venture atau bahkan membangun perusahaan itu sendiri (jika perusahaan benar-benar memiliki dana yang melimpah).

Perusahaan yang sedang dalam tahap ingin mengembangkan usahanya dapat mengambil alternatif strategi ini untuk mengembangkan usahanya, baik yang tipe Integrasi vertikal maupun tipe Integrasi Horizantal. Waktu yang tepat dimana perusahaan ingin mengambil alternatif strategi ini untuk berkembang tergantung pada kondisi yang ada pada perusahaan pada saat itu, mulai dari dalam perusahaan sendiri yaitu bagaimana ketersediaan input dari produk yang di butuhkan oleh perusahaan, biaya produksi yang dihasilkan oleh perusahaan dibandingkan jika input tersebut dimiliki sendiri oleh perusahaan, distribusi produk perusahaan ke konsumen kemudia faktor eksternal seperti kondisi persaingan yang ada sekarang yang sedang di hadapi oleh perusahaan.

Kendala Vertikal Dan Integrasi Horizontal Suatu Perusahaan

Jika perusahaan melakukan integrasi vertikal dengan menguasai perusahaan yang menguasai proses distribusi dalam hal ini retail dan wholesale  perusahaan, maka keuntungannya tentu saja perusahan akan dapat dengan jelas mengontrol sejauh proses distribusi yang ada, perusahaan dapat “mengurangi”  biaya pengiriman karena distributor serta penjualnya juga milik perusahaan (bagian dari perusahaan).

Namun dalam melakukan integrasi vertikal terdapat beberapa kendala yang dihadapi perusahaan dalam meningkatkan market share, contoh kendala yang dihadapi perusahaan adalah sebagai berikut :

Indomaret adalah salah satu perusahaan yang memiliki kendala vertikal dalam distribusi produk-produknya, Indomaret hanya tersedia di pulau jawa, untuk daerah luar pulau jawa, indomaret tidak memasarkan produknya, ini berarti tidak melihat ekspektasi peluang usaha di luar jawa.

Kendala yang dihadapi Indomaret adalah permintaan minimarket diluar jawa lebih rendah dibanding pulau jawa sendiri. Sehingga distributor mengalami kesulitan dalam mengekspansi perusahaannya.

Jika perusahaan melakukan intergrasi horizontalm dimana perusahaan melakukan penguasaan atau kerja sama dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, tentu saja keuntungan bagi perusahaan adalah adanya penguasaan pangsa pasar yang semakin meningkat, penguasaan serta penggunaan teknologi yang “semakin efisien”, saling mengisi antar kedua perusahan tersebut, baik dari pelayanan, kinerja produk  hingga proses pendistribusianya serta bargaining power yang semakin besar dalam menghadapi persaingan yang ada dalam industri tersbeut.

 

Contoh perusahaan yang memiliki kendala horizontal adalah sebagai berikut :

Salah satu perusahaan yang mengalami kendala horizontal adalah perusahaan Stasiun Televisi dalam membagi jam tayang ketika terdapat dua stasiun televisi yang menyiarkan sebuah acara yang sama. Misalnya pada Piala Dunia yang digelar di Afrika Selatan beberapa waktu yang lalu, RCTI ( Rajawali Citra Televisi ) dan SCTV ( Surya Citra Televisi ) adalah dua stasiun televisi yang menayangkan pertandingan-pertandingan sepak bola yang memilki jumlah penonton cuku banyak, sehingga akan dapat menarik keuntungan dari penonton yang banyak menggunakan stasiun televisi tersebut untuk menonton pertandingan.

Untuk mengambil keuntungan, RCTI dan SCTV bekerjasama dalam menentukan jadwal jam tayang, jadwal ditentukan berdasarkan waktu yang tepat misalnya jam 8 sampai 10 malam, pada rentang waktu tersebut jumlah penonoton akan lebih banyak dibanding jadwal penyiaran pada larut malam misal jam 12 sampai jam 3 pagi, pada rentang waktu ini kuantitias penonton akan berkurang. Kemudian momen pertandingan yang penting,  pertandinan antara kesebelasan yang kurang memilili penggemar seperti Nigeria dan cile, pertandingan seperti itu akan mengurangi minat penonton untuk menonton pertandinngan itu, penonton akan mencari stasiun televisi yang menayangkan pertandingan yang lebih menarik misalnya Jerman dan Inggris yang memiliki banyak penggemar.

Pengaturan jadwal jam tayang ini yang kemudian menjadi kendala bagi kedua stasiun yang menyiarkan pertandingan pada piala dunia. Untuk membagi keuntungan yang sama maka kedua stasiun membuat kesepakatan bersama yang dinilai saling memberi keuntungan antar kedua pihak.

Tetapi tentu saja, hal-hal di atas sangat tergantung dari kondisi keuangan dari perusahaan, kondisi internal perusahaan pada umumnya, dari kapasiatas pabrik, karyawan, hingga teknologi yang digunakan, pilihan dari apakah melakukan integrasi yang ada di atas baik secara vertikal maupun horizontal akan tergantung pada kondisi internal ini (khususnya finansial). Jika perusahana yang kondisi keungannya tidak mencukupi untuk melakukan akuisisi secara penuh maka perusahan tersebut dapat mengambil langkah joint venture atau merger, dengan konsekuensi yang beragam serta keuntungannya pun beragam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s