PERILAKU SUKU BUNGA

Posted: 04/02/2011 in moneterr

Bunga merupakan imbal jasa atas pinjaman uang. Timbal jasa merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinfestasikan. Jumlah pinjaman tersebut disebut pokok utang (principal). Persentase dari pokok utang yang dibyarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam periode tertentu disebut suku bunga.

Untuk membahas bagaimana keseluruhan tingkat suku bunga nominal (suku bunga) ditentukan

oleh faktor-faktor yang mempengaruhi perilakunya. Pada bab sebelumnya kita telah mengetahui bahwa suku bunga berhubungan negatif dengan harga obligasi sehingga kita dapat menjelaskan mengapa suku bunga dapat berfluktuasi untuk memahami pergerakan tingkat bunga, kita menggunakan analisis permintaan dan penawaran dari pasar obligasi dan pasar uang untuk membahas bagai mana suku bunga berubah. Penurunan pada kurva permintaan untuk aset seperti uang atau obligasi, langkah pertama adalah menganalisa kurva permintaan dalam menentukan permintaan untuk aset-aset trsebut. Kita juga dapat melakukannya dengan membahas teori dari permintaan aset, yaitu teori ekonomi yang menguraikan kriteria-kriteria penting ketika memutuskan jumlah aset yang harus dibeli. Setelah menurunkan kurva penawaran untuk aset-aset tersebut, kita mengembangkan  konsep dari keseimbangan pasar (market equilibrium), titik dimana jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, kemudian kita menggunakan model ini untuk menjelaskan keseimbangan suku bunga.

Karena suku bunga pada surat berharga yang berbeda cenderung bergerak bersama, pada  paper ini kita akan membahas bahwa seolah-olah hanya ada satu surat berharga, dan satu suku bunga dalam keseluruhan perekonomian.

Faktor – Faktor Penentu Permintaan  aset

Untuk memahami faktor  faktor yang menentukan jumlah permintaan dari  suatu aset kita perlu mengingat bahwa aset adalah suatu bentuk kepemilikan yang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai. Bentuk – bentuk aset seperti uang, obligasi, saham, karya seni, rumah, dan lain – lain adalah aset. Menghadapi pertanyaan apakah kita akan membeli dan memegang saet atau membeli suatu aset yang berbeda kita harus memperhatikan faktor-faktor berikut,

  1. Kekayaan  adalah keseluruhan sumber daya yang dimilliki indifidu termasuk semua aset.
  2. Perkiraan Imbal Hasil adalah imbal hasil pada periode mendatang pada suatu aset relatif terhadap aset yang lain.
  3. Resiko adalah derajat ketidakpastian yang terkait dengan imbal hasil pada suatu aset relatif terhadap aset yang lain
  4. Liquiditas  adalah kecepatan dan kemudahan suatu aset untuk diubah menjadi uang, relatif pada aset yang lain.

KEKAYAAN

Ketika kekayaan meningkat  maka kita mempunyai sumberdaya yang tersedia untuk membeli aset yang nantinya akan dapat meningkatkan jumlah aset yang dimiliki. Sehingga dampak dari perubahan kekayaan terhadap jumlah permintaan aset dapat disimpulkan sebagai berikut: faktor lain tetap, peningkatan kekayaan menaikkan jumlah permintaan dari suatu aset.

PERKIRAAN IMBAL HASIL

Kita ketahui bahwa imbal hasil dari suatu aset (seperti obligasi) dapat diukur dengan mengetahui seberapa banyak keuntungan yang kita peroleh dari aset yang kita miliki. Kita memutuskan untuk membeli suatu aset, kita dipengaruhi oleh perkiraan imbal hasil dari aset tersebut. Sehingga, dampak dari perubahan timbal balik terhadap jumlah permintaan aset dapat disimpulkan sebagai berikut : meningkatnya perkiraan imbal hasil dari suatu aset relatif terhadap aset alternatif, dengan asumsi lainnya tetap, maka akan meningkatkan permintaan atas aset tersebut.

RISIKO

Derajat risiko atau ketidak pastian dari perolehan suatu aset juga mempengaruhi permintaan atas suatu aset. Orang yang menghidari risiko menyukai saham yang telah pasti dari pada saham yang tiddak pasti atau asetnya berisiko, walaupun saham-saham tersebut mempunyai perkiraan imbal hasil yang sama. Sebagian orang menghindari risiko, khususnya dalam keputusan keuangan, orang akan lebih memilih dan memiliki aset dengan risiko yang lebih kecil. Ini dapat disimpulkan bahwa dengan asumsi lainnya tetap, kalau risiko suatu aset relatif meningkat terhadap aset alternatif, maka jumlah permintaan atas aset tersebut akan turun .

LIQUIDITAS

Faktor lain yang mempengaruhi permintaan atas suatu aset adalah seberapa cepat aset tersebut dikonversikan menjadi uang dengan biaya yang rendah – seberapa besar liquiditasnya. Aset dikatan liquid apabila pasar dimana aset tersebut diperdagangkan mempunyai kedalaman dan luas, artinya pasar tersebut mempunyai banyak penjual dan pembeli. Sebuah rumah bukanlah aset yang sangat liquid karena sulit menemukan pembeli dengan cepat. Jika sebuah rumah dijual untuk membayar tagihan-tagihan, rumah tersebut harus dijual dengan harga yang lebih murah. Selain itu, biaya transaksi untuk menjual rumah (komisi pialang, biaya notaris, dan sebagainya) cukup besar. maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa semakin liquid suatu aset terhadap aset lainnya dengan asumsi lainnya tetap, aset tersebut semakin menarik dan semakin besar jumlah yang diminta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s