Taiwan adalah salah satu negara di Asia Timur yang mengalami keberhasilan ekonomi pada dasawarsa terakhir ini. Taiwan yang mempunyai luas 14.000 mil persegi, yang terletak di lepas pantai daratan Cina, memiliki jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa pada tahun 2010. Pertumbuhan pembangunan negara Taiwan mengalami peningkatan pertahunnya berdasarkan data yang ada pertumbuhan rata-rata negara Taiwan dari tahun 1960 sampai tahun 2000 rata-rata sebesar 7%. Mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam jangka waktu yang lama itu belum pernah terjadi dalam sejarah. Taiwan juga merupakan negara yang berpendapatan tinggi. Negara Taiwan juga telah mencapai tingkat pendidikan dasar dan menengah (wajib belajar 9 tahun), dan juga populasi yang sehat dengan tingkat harapan hidup hingga 75 tahun dengan tingkat kematian bayi yang hanya sebesar 5 dari 1000 kelahiran, kemiskinan absolut telah dihilangkan, dan tingkat pengangguran sangat rendah. Taiwan  juga telah berubah dari negara yang berkembang menjadi negara maju, dengan tingkat korupsi yang rendah dan transparansi pemerintah yang lebih terbuka. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan negara taiwan, diantaranya : penekanan pada pendidikan, pembangunan infrastrukur, reformasi agraria dini dan menyeluruh, tingkat tabungan dan investasi yang sangat tinggi, penyebaran ide-ide komersial, kebijakan industri yang efektif dari pemerintah, insetif pasar, dan faktor-faktor yang lain. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Dalam sebuah perusahaan tidak jarang kita jumpai sebuah persaingan, baik persaingan dalam inofasi produk maupun harga produk. Bagi perusahaan baru tidaklah mudah untuk mencuri hati konsumen agar  mengkonsumsi produk-produk barunya. Selain belum dapat dipercaya oleh konsumen produsen baru juga belum mendapatkan efisiensi produksinya. Namun bagi perusahaan baru yang dapat memiliki inofasi terbaru dan menjual dengan harga yang murah dengan kualitas yang cukup baik maka produsen lama akan cukup kualahan dalam menangani perusahaan baru ini. Karena para konsumen yang setia menggunakan produknya akan berpindah hati keproduk yang baru tersebut, jika produsen lama juga tidak memperbaruhi inofasinya. Olehkarena itu, Bagi perusahaan lama kehadiran perusahaan baru yang memiliki inofasi-inofasi yang lebih baik memberikan ancaman baginya. Dalam hal ini ada beberapa strategi untuk menyingkirkan perusahaan.

Efisiensi Produk

Dengan cara mengefisienkan produksinya maka sebuah produk akan menghasilkan kuantitas yang maksimum dan harga yang minimum. Karena ketika sebuah perusahaan dapat berproduksi secara efisien maka produk yang akan dihasilkan berkuantitas tinggi dan memiliki price yang sangat rendah. Misalnya, sebuah mesin yang kapasitas produksinya dapat menghasilkan barang sebanyak 100 unit dalam satu hari, namun hanya digunakan dari jam 7.00 pagi hingga 17.00 sore, jadi masih sisa 14 jam/hari. Jika dalam satu bulan berarti mesin tersebut tidak bekerja selama 420 jam / 17,5 hari maka kuantitas produk yang dihasilkan akan tidak maksimal. Namun jika mesin tersebut digunakan selama 24 jam maka kuantitasnya akan lebih banyak dan pasti akan memerlukan modal produksi yang lebih kecil. Sehingga produksinya akan efisien. Sedangkan produsen baru masih jauh untuk mendapatkan efisiensi produknya.

Produk Membanjiri pasar

Jika membanjiri pasar dengan produk yang sama maka para konsumen akan lebih yakin untuk mengkonsumsi produk tersebut. Sehingga produsen baru cukup kesulitan dalam mempromosikan produknya jika hati para konsumen telah terpikat oleh produk yang lama tersebut.

Begitulah cara yang dapat digunakan sebagai produsen untuk mengalahkan pesaingnya.

 

Perusahaan yang telah berada pada tahapan dimana telah keluar dari masa-masa krisis di awal pertumbahannya dan telah memasuki tahap untuk menuju puncaknya harus berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah yang berkaitan dengan proses pertumbuhannya, dalam hal ini adalah bagaimana perusahana itu mengambil alternatif strategi pertumbuhan yang tersedia baik dalam praktek maupun dalam literatur yang ada. banyak alternatif stratregi dalam di ambil oleh sebuah perusahaan, dinataranya adalah Integrasi yang aman dalam alternatif strategi ini di bagi atas dua tipe yaitu strategi dimana perusahaan menguasai perusahaan yang memproduksi input produknya hingga perusahaan yang menguasai distribusinya yang mana ini dikenal dengan straregi integrasi vertikal, sebagai contohnya, apa yang dilakukan oleh Indofood yang memiliki perusuhaan yang menguasai bahan produk utamanya yaitu tepung yang mana perusahaan tersebut adalah Bogasari, sehingga hal ini membuat dominasi Indofood di persaingan menjadi semakin kuat karena supply bahan bagi yang selalu tersedia dengan tentunya harga yang sangat murah, kemudian tipe kedua adalah ketika perusahaan melakukan penguasaan atau kerja sama pada perusahaan yang berada pada satu jenis industri yang sama yang mana strategi ini dikenal sebagai strategi integrasi horizontal, sebagai contohnya adalah seperti apa yang dilakukan oleh Esia dan Flexi dimana mereka bekerja sama dalam meningkatkan kinerja pelayanan mereka pada konsumen yang, dimana seperti yang diketahui bahwa kedua perusaahn ini bergerak dalam bidang yang sama serta kepimilikan yang berneda antar keduanya. Kedua alternatif itu dapat dilakukan

Baca entri selengkapnya »

PERILAKU SUKU BUNGA

Posted: 04/02/2011 in moneterr

Bunga merupakan imbal jasa atas pinjaman uang. Timbal jasa merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinfestasikan. Jumlah pinjaman tersebut disebut pokok utang (principal). Persentase dari pokok utang yang dibyarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam periode tertentu disebut suku bunga.

Untuk membahas bagaimana keseluruhan tingkat suku bunga nominal (suku bunga) ditentukan

oleh faktor-faktor yang mempengaruhi perilakunya. Pada bab sebelumnya kita telah mengetahui bahwa suku bunga berhubungan negatif dengan harga obligasi sehingga kita dapat menjelaskan mengapa suku bunga dapat berfluktuasi untuk memahami pergerakan tingkat bunga, kita menggunakan analisis permintaan dan penawaran dari pasar obligasi dan pasar uang untuk membahas bagai mana suku bunga berubah. Penurunan pada kurva permintaan untuk aset seperti uang atau obligasi, langkah pertama adalah menganalisa kurva permintaan dalam menentukan permintaan untuk aset-aset trsebut. Kita juga dapat melakukannya dengan membahas teori dari permintaan aset, yaitu teori ekonomi yang menguraikan kriteria-kriteria penting ketika memutuskan jumlah aset yang harus dibeli. Setelah menurunkan kurva penawaran untuk aset-aset tersebut, kita mengembangkan  konsep dari keseimbangan pasar (market equilibrium), titik dimana jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, kemudian kita menggunakan model ini untuk menjelaskan keseimbangan suku bunga.

Baca entri selengkapnya »

Merger dan Akuisisi

Posted: 03/30/2011 in Ekonomi Strategi

merger adalah ketika dua perusahaan sepakat untuk bergabung dan membentuk perusahaan baru. Konsekuensinya, kedua perusahaan menyerahkan saham mereka dan perusahaan baru itu akan menerbitkan saham sebagai gantinya. Sedangkan akuisisi adalah Ketika sebuah perusahaan membeli perusahaan lain dan secara terang-terangan menyatakan dirinya menjadi pemilik baru, pembelian itu disebut akuisisi. Dari sudut pandang legal, perusahaan sasaran akuisisi bisanya melebur ke pihak yang mengakuisisi.

Pada umumnya tujuan dilakukannya merger dan akuisisi adalah mendapatkan sinergi atau nilai tambah. Keputusan untuk merger dan akuisisi bukan sekedar menjadikan dua tambah dua sama dengan empat, tetapi merger dan akuisisi harus menjadikan dua tambah dua sama dengan lima. Nilai tambah yang dimaksud adalah lebih bersifat jangka panjang dibanding nilai tambah yang bersifat sementara saja.

Oleh karena itu, ada tidaknya sinergi suatu merger dan akuisisi tidak bisa dilihat sesaat setelah merger dan akuisisi itu terjadi, tetapi diperlukan waktu yang cukup panjang. Sinergi yang terjadi sebagai akibat dari penggabungan usaha bisa berupa turun naiknya skala ekonomis, maupun sinergi keuangan yang berupa kenaikan modal.

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat

perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, dan teknik.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Baca entri selengkapnya »

Perkembangan sejarah pemikir muslim dibidang ekonomi dipengaruhi oleh waktu dan tempat dimana pelaku ekonomi tinggal. Pemikir ekonomi di masa Yunani, Persia, Islam dan Barat memilik perbedan waktu dan tempat. Yunani pada tahun 93 SM dan Persia  3209, Islam pada periode, sedangkan Barat periode. Di setiap periode memiliki karakter kehidupan sendiri yang berbeda dengan satu dengan lainya. Perilaku ekonomi yang lebih terbatas pada perilaku manusia untuk melakukan transaksi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangan.

Setiap pemikiran dipengaruhi oleh waktu dan sejarah di saat hidunya, dimana  kemungkinan pengaruh

waktu dan tempat akan mempengarui pemikiran pelaku ekonomi. Dampak dari usaha memenuhi kebutuhan kehidupan, pelaku ekonomi menyederhanakan problem dan dengan mengunakan batasa atau asummsi.

Baca entri selengkapnya »

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen – Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli

1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.

Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
– Jumlah penjual dan pembeli banyak
– Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
– Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
– Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
– Posisi tawar konsumen kuat
– Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
– Sensitif terhadap perubahan harga- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

Baca entri selengkapnya »

Permintaan dan Penawaran

Posted: 03/20/2011 in Ekonomi Mikro

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A.  Permintaan (Demand)

Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

Beberapa Penentuan Permintaan :

Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :

1.  Harga barang itu sendiri   (Px)

2.  Harga barang lain    ( Py)

3.  Pendapatan konsumen   (Inc)

4.  Cita rasa     (T)

5.  Iklim     (S)

6.  Jumlah penduduk    (Pop)

7.  Ramalan masa yang akan datang  (F)

b.  Hukum Permintaan (the low of demand)

Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat. (Qd = F.(Px, Py, Ine,T,S, Pop,F)

Baca entri selengkapnya »

Macroeconomics

Posted: 03/20/2011 in Ekonomi Makro

Everyone is concerned about macroeconomics lately. We wonder why some countries are growing faster than others and why inflation fluctuates. Why? Because the state of the macroeconomy affects everyone in many ways. It plays a significant role in the political sphere while also affecting public policy and societal well-being.

Recently, there is much discussion of recessions— periods in which real GDP falls mildly– and depressions, when GDP falls more severely. Macroeconomists are also concerned with issues such as inflation, unemployment, monetary and fiscal policies—all of which, will be discussed at length in Macroeconomics, 5th ed., Mankiw’s Macroeconomics Modules, and in your macroeconomics course.

Economists use models to understand what goes on in the economy.Here are two important points about models: endogenous variables and exogenous variables. Endogenous variables are those which the model tries to explain. Exogenous variables are those variables that a model takes as given. In short, endogenous are variables within a model, and exogenous are the variables outside the model.

This is the most famous  economic model. It describes the ubiquitous relationship between buyers and sellers in the market. The point of intersection is called an equilibrium.

Market clearing is an alignment process whereby decisions between suppliers and demanders reach an equilibrium. Here’s how it works. Remember that the demand curve slopes downward meaning that as you increase the price (by moving along the demand curve), the quantity demanded decreases.  Conversely, the supply curve slopes upward implying that as the price increases (by moving along the supply curve), the amount supplied will increase.

Baca entri selengkapnya »